DropMenu

Tampilkan postingan dengan label Fashion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fashion. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Mei 2015

Sejarah dan Asal usul Baju Kaos

David Beckham dengan Kaos Oblong Hitam

Hampir semua orang senang mengenakan baju kaos kerena simpel dan cocok untuk suasana santai. Apalagi saat cuaca sering panas dan hujan seperti sekarang ini, baju kaus menjadi pilihan yang tepat.

Nama lain kaos adalah T-shirt. Dinamakan T-shirt karena bentuk kaos yang menyerupai huruf “T”. Namun dalam beberapa kasus terdapat perbedaan pendapat. Beberapa pendapat mengatakan nama lain kaos yaitu “T-Shirt” muncul dari asal mula kaos yang sering di gunakan sebagai kaos latihan para tentara yang biasa di sebut “Training Shirt“.

Pendapat lain yang lebih aneh adalah kata “T-Shirt” berasal dari kata “tee” dalam kata “Amputee” yang berarti amputasi yang berkaitan dengan model kaos yang merupakan model dari pakaian lengan panjang yang di “amputasi”. Lucu memang, namun itulah pendapat yang muncul dari sejarah asal mula kaos ini.

Siapa yang memulai memakai kaos dan bagaimana sehingga mereka pemakai kaos menjadi tampak begitu keren?
Penggunaan kaos sebagai jenis pakaian dimulai pada awal tahun 1900-an selama Perang Dunia I. Tentara Amerika Serikat menyadari para tentara Eropa telah nyaman memakai kemeja katun. Sehingga Amerika berpikir mereka harus membuat pakaian yang jauh lebih baik daripada seragam wol yang telah mereka pakai selama ini. Sehingga muncullah ide pembuatan Kaos dan muncullah kaos sebagai pakaian dalam seragam di medan perang. Sementara masyarakat umum ketika itu belum mengenal penggunaan baju kaos dalam kehidupan sehari hari.

Tentara Amerika pada Perang Dunia I

Pendapat lain yang muncul adalah mengatakan bahwa kaos pertama kali dipakai oleh para tentara angkatan laut Amerika Serikat ketika sedang berlayar di lautan. Tidaklah mengherankan bahwa ada banyak pernadapat mengenai asal mula Kaos. Namun demikian, kaos yang pada awalnya hanya dipakai sebagai pakaian dalam dan tidak dianggap modis sama sekali saat ini telah mampu menjadi trend fashion di dunia. Telah muncul berbagai macam jenis kaos untuk berbagai macam keperluan. Kaos club, kaos couple, kaos partai, kaos brand, dan aneka jenis kaos lainya. Dan yang paling terkenal adalah kaos sepak bola.
Tentara AS dengan Kaos dalam Cover majalah LIFE, July 1942
 Pada masa itu kaos tidaklah menjadi begitu populer. Baju kaos dikenal luas ketika gambar para tentara tampil dalam berbagai majalah dan surat kabar. Dan semakin terkenal ketika dua film Hollywood beredar di Amerika Serikat. Film A Streetcar Named Desire (1951) yang dibintangi Marlon Brando dan film Rebel Without A Cause (1955) yang dibintangi James Dean. Kedua film itu menjadikan baju kaos sebagai pilihan baru untuk pakaian luar.Banyak tokoh-tokoh budaya pop yang memakai Kaos, Seperti James Dean dan Marlon Brando yang mengenakan kaos di layar lebar. Hal itu membuat kaos saat ini menjadi simbol status dan trend fashion.
A Streetcar Named Desire (1951) dan Rebel Without A Cause (1955)
Saat ini telah banyak orang atau perusahaan konveksi yang mulai membuat kaos dengan beragam jenis desain dan gambar. Mulai dari karakter kartun populer, kata-kata unik, gambar lucu, dan lain sebagainya. Popularitas kaos saat ini terus melambung berkat para artis dan musisi yang menggunakan kaos dalam kegiatanya sehari-hari. Itu tadi adalah sejarah singkat kaos dan perkembanganya, semoga menambah pengetahuan kita bersama.
Band Bring Me The Horizon

Sejarah Tentang Kemeja


Kemeja banyak dikenal diseluruh penjuru dunia, sebuah pakaian atas khususnya untuk pria, pakaian ini menutupi tangan, bahu, dada hingga ke perut. Umumnya pakaian ini berkerah dan berkancing depan, berlengan panjang dan pendek dengan bahan katun, line. Kemeja dikenal pertama didaratan eropa dengan sebutan "Camisa". Istilah ini berasal dari bahasa Portugis "Camisa", yaitu sebuah baju atau pakaian atas, terutama untuk pria. Di Belanda dikenal dengan "Hem", di Prancis muncul kemeja khusus untuk wanita yaitu "Blus".
Kemeja Bangsawan Eropa Abad Ke-19
Jaman dulu kemeja hanya memiliki satu warna yakni putih, saat itu baju kemeja putih hanya dikenal sebagai baju para bangsawan. Fakta ini tertulis pada buku Men’s Wardrobe seri Chic Simple disebutkan, para bangsawan Eropa abad ke-17 biasa memakai kemeja putih yang dihiasi renda pada bagian dada dan lengan. Selain itu Mereka juga biasa tampil dengan kemeja putih pada saat mengenakan busana tuxedo, busana yang berasal dari kalangan bangsawan Inggris. Kemeja putih dianggap paling elegan, pria yang memakai kemeja putih dianggap kaya karena memiliki uang untuk sering mengganti kemejanya dengan yang putih bersih. Kemeja putih dianggap sebagai busana pria yang bekerja di tempat bersih.

Memasuki awal tahun 1800-an Perkembangan kemeja baru mulai bermunculan salah satunya model paling mewah yakni dengan kerah berupa bulu bulu yang biasa disebut ruff model ini cukup populer pada saat itu, sayangnya bahan ruff ini lebih kaku sehingga menyulitkan pemakainya untuk bergerak, sampai akhirnya 1902 HG Wells membuat model baju berkerah yang dapat dilipat. Para selebriti dunia sepeerti Yull Bryner, Paul McCartney, Jackie Kennedy, Audrey Hepburn sangat menyukai kemeja putih polos.
Paul McCartney sering Mengenakan Kemeja dalam Konsernya
Designer kondang seperti Donna Karan, Isaac Mizrahi, Jil Sander, Ralp Lauren, mencoba mengeksplorasi bahan putih polos menjadi kemeja aneka gaya.Ada kemeja putih dengan kerah Nehru, ada yang sederhana seperti baju kurung, baju barong, ada pula kemeja putih yang penuh dengan dekorasi di bagian depan.Tetapi yang paling populer adalah baju kemeja katun putih bermodel standar untuk busana kerja.
David Beckham Tampil kasual dengan Kemeja Lengan Terlipat

Kemeja putih bisa dikenakan untuk suasana formal maupun kasual. Untuk suasana kasual, pria tinggal melipat lengan kemeja putih sampai ke siku dan memadukannya dengan celana jeans biru.Kemeja katun putih dan jeans biru adalah padanan klasik yang selalu digemari karena membuat pemakainya tampil kasual namun tetap chic.Kemeja katun putih pun ada yang berlengan pendek, namun lebih baik pria memilih yang berlengan panjang agar bisa dikenakan bersama celana jeans maupun suit.
David Beckham dengan Kemeja setelan Formal
Kemeja putih yang dipadukan dengan suit berwarna gelap, akan membuat pemakainya tampil elegan dan bersih.Dan membuat wajah pemakainya terlihat terang, sehingga untuk pria berkulit gelap akan terlihat lebih menarik jika mengenakannya.Kemeja katun putih yang berkualitas biasanya memiliki kancing dari kulit kerang mutiara, bukan dari plastik.

Sabtu, 23 Mei 2015

Asal Usul dan Sejarah Kaos Polo

 

Kaos polo merupakan jenis pakaian yang sangat populer. Hampir setiap pria memiliki pakaian yang satu ini. Kesan smart dan rapi akan melekat pada pria orang yang mengenakannya. Kaos polo biasanya digunakan untuk acara semi formal, selain itu juga bisa digunakan saat bersantai. Namun sebelum polo se-populer sekarang tahukah Anda sejarahnya? Atau bagaimana bisa dinamakan polo? Artikel ini akan menerangkan sedikit tentang kronologis asal usul kaos polo di dunia.

Kronologis asal usul kaos polo

Diakhir tahun 1800-an

Di akhir abad ke-19 seseorang yang bernama John E Brooks berkunjung ke Inggris. Cucu dari pendiri Perusahaan Brooks Brothers di US ini memperhatikan kerah baju pemain saat ia menyaksikan sebuah pertandingan Polo. Kerah tersebut terlipat kebawah dan ditahan dengan kanding untuk menghindarinya tertiup angin. Terkesan akan hal itu, ia memiliki ide untuk menambahkan kerah tersebut pada pakaian kaos.

Setelah diaplikasian kaos tersebut diperkenalkan pada tahun 1896 dan menjadi ikon pakaian formal serta mampu mengubah wajah pakaian pria untuk selamanya. Kaos ini dikatakan sebagai “Barang yang paling banyak ditiru dalam sejarah fashion”. Brooks Brothers menamkan kaos tersebut sebagai kaos polo. Ini adalah permulaan dari asal usul kaos polo.

Tahun 1920

Tahun 1920 merupakan tahun yang sangat berpengaruh dalam perkembangan kaos polo. Pada tahun ini seorang pedagang keturunan Argentina-Irlandia dan seorang pemain Polo bernama Lewis Lacey membuka toko pria di Buenos Aires untuk menjual kaos Polo dengan gambar bordiran seorang pemain Polo.




Tahun 1926

Seseorang yang paling berpengaruh dalam perkembangan desain kaos polo adalah legenda tennis Prancis yaitu Jean Rene Lacoste (1904 – 1996). Kebanyakan orang menjulukinya sebagai “pencetus” kaos polo modern. Ia menciptakan desain kaos polo lengan pendek karena pada saat itu kaos polo masih menggunakan lengan panjang yang dirasa menyulitkan untuk bergerak. Selain itu ia juga memutuskan untuk menggunakan kerah yang tidak kaku dan bagian belakang yang lebih panjang agar tidak mudah terselip, yang kita kenal sebagai tennis tail pada saat ini.
 


Inovasi terpenting yang terjadi pada saat itu adalah penggunaan bahan katun pique. Lacoste menggunakan katun pique yang berfungsi untuk ketahanan dan kenyamanan bernafas. Lacoste menggunakan kaos ini pada pada saat memenangkan pertandingan US open championship pada tahun 1926. Kemenangkan ini memberikan sensasi pada gaya baru yang dikenakannya.

Tahun 1933

Pada tahun 1933 Lacoste dan temannya Andre Gillier sang produsen pakaian rajut mendirikan La Société Chemise Lacoste (Perusahaan Kaos Lacoste). Perusahaan ini memproduksi kaos lembut yang mirip dengan ia kenakan pada tahun 1926. Pada akhir tahun 1940-an, istilah ‘polo’ telah digunakan tidak hanya untuk kaos kerah yang digunakan oleh pemain Polo tetapi juga oleh siapa saja yang menggunakan kaos lembut berkerah ini.

Tahun 1951

Pada tahun 1951, Lacoste mencetuskan ide yang brilian. Ia mengembangkan baju tenis yang putih menjadi berbagai variasi warna. Lacoste juga mulai melakukan ekspansi ke Amerika. Tak terduga produk yang ia produksi meledak di pasaran. Sejak saat itu kaos polo merupakan simbol yang menyatakan status sebagai olahragawan yang kompeten.

Tahun 1954



Sekitar tahun ini, Fred Perry sang legenda tenis lainnya memutuskan untuk membuat “versi sendiri” dari produk buatan Lacoste. Ia menggunakan bahan yang sama yaitu katun pique. Ketenaran Perry membuat kaos polo miliknya mampu bersaing dengan desain asli milik Lacoste. Produk Perry tersebut menjadi pilihan bagi para remaja saat itu. Ini adalah salah satu asal usul kaos polo menjadi trend di kalangan anak muda.

Tahun 1972

Pada tahun ini Ralph Lauren ingin memberikan perusahaan pakaian casual miliknya dengan nama yang menggambarkan kecanggihan dan keabadian. Ia menamakannya dengan nama olahraga berkelas yaitu Polo.




Tahun 1980-an menjadi dekade persaingan antara kaos polo buatan Lacoste dan Ralph Lauren. Karena saat itu Lauren memiliki merk yang unggul sedangkan pasar sedang mengalami kejenuhan kepada Polo buatan Lacoste membuat Polo Lauren memenangkan persaingan.

Tahun 1990-an


Selama tahun 1990-an kaos polo menjadi standar pakaian bisnis resmi untuk industri berteknologi tinggi dan menyebar hingga ke industri lainnya.


Sekian artikel kali ini semoga bermanfaat para pembaca..